|
|||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||
| CARI ALAMAT CABANG | |||||||||||||||
|
Release [ Release lain... ] Primagama Lakukan Reformulasi Layanan Akademik Pada umumnya, bimbingan belajar (Bimbel) sebagaimana juga Primagama setiap menerima murid langsung dimasukkan kelas, tanpa melakukan seleksi. Sehingga murid yang mempunyai potensi bermacam-macam ( seperti kepekaan belajar & gaya belajar yang berbeda-beda) biasa akan bercampur menjadi satu. Tapi mulai Juli 2009 ini Primagama melakukan reformulasi akademik dengan mengubah desain layanannya, kata General Manager Primagama Adam Primaskara. Reformulasi akademik yaitu sebuah konsep layanan terpadu dan komprehensif antara pendampingan dari aspek akademik & non- akademik. Dengan “positioning” sebagai "pendamping belajar siswa secara paripurna", Primagama tetap konsen dan menjaga kualitas layanan akademik, seperti kualitas modul belajar, paket pengayaan maupun soal-soal latihan yang tetap relevan dengan GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran), Kisi-kisi & SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dari Dinas Pendidikan Nasional maupun kebutuhan siswa guna menempuh ujian evaluasi & seleksi dalam rangka sukses untuk mendapatkan pendidikan jenjang berikutnya. Disamping itu, Primagama juga memberikan pendampingan dari aspek psikologi yang meliputi potensi kecerdasan dan bakat, karakter belajar masing-masing siswa dan lain-lain. Sehingga setiap siswa Primagama akan mendapatkan layanan deteksi aspek psikologi dengan metode "TeknoPsikologi" melalui deteksi sidik jari (“Dermatoglyphic Multiple Intellegence” / DMI). Untuk kemudian secara rutin akan mendapatkan layanan konsultasi dari para konsultan dan Psikolog Primagama (bahkan untuk layanan ini bergaransi/ bisa dilakukan sepanjang hayat dengan tanpa biaya). Manager Marketing Primagama, Afi Fatiningsih mengatakan untuk layanan tersebut Primagama tidak tanggung-tanggung menggandeng Lembaga riset dan pendidikan dari Singapore yaitu “Comcare Enterprise”, PT Ltd Singapore. Pada aspek layanan ini Primagama banyak melibatkan orang tua siswa, agar terjadi komunikasi & kerjasama yang harmonis antara siswa, Primagama & orang tua, guna mengantar serta mewujudkan prestasi optimal siswa yang berkesinambungan. Berbeda dengan Primagama sebelumnya maupun bimbingan belajar lainnya, Adam menambahkan, mulai saat ini setiap murid yang masuk ke Primagama selalu ada “placement test” yang menggunakan tes diagnostik materi pelajaran. Sehingga akan diketahu seperti apa pemahaman mereka tentang materi tertentu. Setelah itu diberi tes bakat dan kecerdasan lewat “finger print”. Setelah itu akan ketahuan dari kemampuan belajar mereka seperti apa dan kemudian akan dipertemukan antara orangtua dengan konsultan. Jika anak masih mengalami kesulitan belajar akan disediakan kelas remedial dan apabila anak tidak mengalami kesulitan belajar di sekolah ada program “enrichment”. Hal itu merupakan langkah strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh Primagama yang disebut dengan REC (“Remedial, Enrichment, Consulting”). |
|
||||||||||||||
|
![]() ![]() |
||||||||||||||